Selatan di Kalimantan Selatan

Sobat Traveler Stories by Muhammad Azmi Rahman.

Sebelumnya perkenalkan, nama saya Muhammad azmi rahman, 22 tahun, seorang mahasiswa semester akhir yang menuntut ilmu di teknik pertambangan. lahir dan besar di pulau yang menyimpan sumberdaya alam melimpah dan keragaman flora dan fauna, Kalimantan, lebih tepatnya di provinsi Kalimantan selatan . 
Selain itu pula, Kalimantan selatan mempunyai banyak tempat pariwisata, Seperti pasar terapung . Pasar yang sudah mendunia ini memang sangat terkenal karena sungai adalah mata kehidupan mereka.


Selain itu ada wisata indie, yaitu tempat wisata baru hasil temu dan eksplorasi para pecinta alam yang belum banyak orang tahu. Contohnya bukit rimpi atau bukit teletubbies. bukit tersebut seperti bukit yang ada di serial teletubbies dan padahal dulunya bukit itu hanya merupakan bekas peternakan sapi di kota pelaihari. Ada lagi pulau samber gelap. Pulau kecil yang dulunya tempat peternakan penyu ini menjadi sangat popular karena keindahan pasir putih dan birunya laut di kabupaten kotabaru. Sehabis hari raya kemarin, kami ingin pergi ke tanjung seloka dan kebetulan itu merupakan tempat tinggal adik tingkat kami dikampus. 

Penasaran dengan cerita indahnya pemandangan di selatan, kami segera ingin menuju kesana. Rumah nova dan eko berada di desa tanjung seloka, berada di 3 53 18.6 LS 116 18 12.6 BT. dengan jarak sekitar 200 km dari ibukota kalsel Banjarmasin menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dengan waktu tempuh kurang lebih 8 jam. Kami berangkat pukul 12 malam dan sampai di pelabuhan ferry batulicin pukul 4 pagi. Pelabuhan ferry di batulicin ini punya 2 rute yaitu ke pulau laut dan ke garongkong-barru . 

Bermodalkan GPS dan Peta yang dibuat sebelum berangkat, kami menyusuri barat pulau laut dan berjalan menuju ke selatan. Selama hampir 2 jam berada didalam hutan kami akhirnya keluar dan menemukan desa-desa yang dimukimi oleh warga. Kebanyakan mereka adalah warga pendatang dari berbagai suku seperti banjar, jawa, mandar dan bugis. Sesampainya disana kami bertemu ayah eko. Beliau menjelaskan awal sejarah desa ini yang sebagian besar penduduknya adalah nelayan. 

Beliau juga menjelaskan bahwa listrik hanya bernyala dari pukul 18.00 sampai pukul 06.00. Dari rumah eko tadi hanya sekitar 15 menit untuk sampai di tempat yang saya belum pernah temukan sebelumnya. Pantai dengan pemandangan laut biru yang menyegarkan. Deru ombak dan desir angin menutup mata saya sejenak untuk menyebut syukur karena bisa melihat kenikmatan ciptaan-Nya ini. 


Teman teman lain langsung berlarian ke pinggir pantai. Belum puas, kami mencoba menyusuri pantai tadi dan mencoba melihat keadaan warga lokal. Rumah panggung khas warga mandar dan bugis diantara mereka yang sedang bercengkrama. Banyaknya kapal-kapal nelayan yang akan dibawa ke laut dan masih ada yang berbentuk rangka. Selain itu yang menarik perhatian kami adalah jembatan titian panjang menuju tengah laut yang biasanya dipakai nelayan. Jembatan itu sangat panjang sehingga ketika kami sampai diujungnya, kami seperti berada di tengah lautan biru. 

Setiap tempat wisata pasti menawarkan keindahan, namun wisata indie seperti ini bukan hanya menawarkan keindahan tetapi juga menawarkan pengalaman dan cerita lain yang pastinya unik untuk kita bagi kepada orang lain. Jauh dari itu, kita dapat menyimpulkan bahwa dimanapun kita berada tuhan akan memberikan segalanya untuk kehidupan ciptaannya, asal mau berusaha dan sekalipun kalian berada diujung dunia.
Selatan di Kalimantan Selatan
Item Reviewed: Selatan di Kalimantan Selatan 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
bagikan
Emoticon? nyengir

Gunakanlah Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #SobatTraveler

Komentar Terbaru

Just load it!