Sobat Traveler Stories by Ditha Artika
Ketika itu kuliah saya sedang libur dan bertujuan untuk pulang ke
kampung halaman saya, setibanya saya di rumah dan bertemu keluarga saya
keesokan harinya pun saya berencana untuk jalan-jalan ke pantai bersama
teman saya.
Kami pun memulai rencana untuk berpergian dan mempersiapkan apa saja
yang harus dii bawa selama perjalan kami ke tempat tersebut, kami
mengetahui tempat tersebut karena ada teman saya yang asli dari desa
yang tidak jauh letaknya dengan pantai itu, setelah semua rencana di
rasa sudah matang kami pun sibuk untuk mempersiapkan diri masing-masing
untuk perjalanan esok harinya.
Setelah kami berkumpul, kami pun melakukan doa bersama sebelum melakukan
perjalanan setelah kami berdoa lantas kami mulai perjalan kami yang tak
sabar ingin melihat liarnya pantai tersebut karena menurut teman kami
pantai tersebut belum ada traveler yang ke sana kecuali warga desa
tersebut dan beberapa para nelayan.
Perjalan pun di mulai kami menempuh perjalan selama 3-4 jam dengan
sepeda motor pertama-tama kenapa kami menggunakan kendaran sepeda motor
menurut teman saya yang asli orang tersebut mengatakan bahwa di sana
belum ada akses jalan raya sehingga sulit sekali bagi mobil untuk dapat
melalui jalan tersebut.
Akhirnya rintangan yang di sebut oleh temenku benar akses jalan untuk
mencaapai tujuan tersebut benar-benar masih liar dan kami agak kesulitan
untuk melalui itu sehingga kami harus berjuang untuk bisa melewati
jalan tersebut. Tiba akhirnya perjuangan kami mebuahkan hasil dari
kejauhan bibir dan ombak pantai mulai terdengar memanggil seakan kami di
undang untuk melihat salah satu keindahan ciptaan tuhan.
Kami senang karna pantai ini masih terjaga,alami dan masih liar seakan
seperti lukisan indah yang di jaga karna kualitasnya nafas kami pun lega
melihat keindahan pantai tersebut, tiba-tiba terdengar celetukan dari
teman saya “bro kayaknya seger nih kalau berenang “ dan akhirnya kamipun
berenang untuk merasakan segarnya air pantai tersebut.
Kamipun berenang dan betapa takjubnya ketika kami tiba di dalam air
karena masih ada ikan dan trumbu karang yang indah dan letaknya pun tak
begitu jauh dari bibir pantai benar-benar mempesona pantai ini dengan
segala aksesorinya.
Di dalam hati saya sempat berucap pada tuhan karena
telah menjaga keaslian dan kalamian pantai tersebut sehingga kami
benar-benar merasakan langsung ciptaan mu tanpa ada campur tangan
manusia.
Itulah pengalaman liburan saya yang paling mengesankan karena masih
dapat melihat keaslian pantai yang alami.






0 komentar
Gunakanlah Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #SobatTraveler